
Roy Keane: 'Manchester United seperti gajah di ruang kaca
October 17, 2026 ·
Roy Keane menyoroti perhatian yang kurang dari pemain Manchester United terhadap kinerja tim, dengan lebih memilih berpartisipasi dalam podcast ketimbang menangani isu di ruang ganti, terutama setelah kritik dari Lisandro Martinez.
Roy Keane: 'Manchester United seperti gajah di ruang kaca
Menurut Vnexpress.
Latar belakang
Roy Keane, sebagai mantan kapten dan legenda Manchester United, memiliki pandangan yang kuat tentang tanggung jawab pemain dalam menjaga moral tim. Dengan kritik yang ditujukan kepada Fernandes dan Maguire, ada harapan bahwa mereka akan mengambil langkah untuk memperbaiki situasi, terutama menjelang bursa transfer yang akan datang. Keane juga mengingatkan pentingnya investasi yang tepat di bursa transfer untuk mendukung pengembangan pemain dan meningkatkan daya saing tim.
Mengapa ini penting
Pernyataan Roy Keane menyoroti masalah serius dalam kultur tim Manchester United, di mana pemain lebih memilih untuk berbicara di luar lapangan daripada memperbaiki situasi di ruang ganti. Kritik ini muncul setelah Lisandro Martinez menyoroti kurangnya investasi di bursa transfer musim panas, yang dapat mempengaruhi performa tim di kompetisi besar. Keane, sebagai mantan kapten, menekankan pentingnya tanggung jawab dari pemain berpengalaman seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire untuk memimpin dan memotivasi rekan-rekan mereka.
Poin Utama
- Roy Keane: 'Manchester United seperti gajah di ruang kaca.
- Roy Keane menyoroti perhatian yang kurang dari pemain Manchester United terhadap kinerja tim, dengan lebih memilih berpartisipasi dalam podcast ketimbang menangani isu di ruang ganti, terutama setelah kritik dari Lisandro Martinez.
- Roy Keane: 'Man Utd là gánh xiếc, cầu thủ chỉ lo làm podcast'.
Setelah kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid dengan skor 0-2 dalam babak kualifikasi Liga Champions pada 13 Oktober, Lisandro Martinez secara terbuka mengkritik manajemen klub karena tidak memperkuat skuad dengan cukup baik di bursa transfer musim panas. Pernyataan tersebut memicu kemarahan Roy Keane, mantan kapten Manchester United, yang menilai bahwa para pemain berpengalaman seperti Bruno Fernandes dan Harry Maguire seharusnya bertanggung jawab untuk memperbaiki situasi tim, bukan justru membiarkan ketidakpuasan internal muncul ke publik.
Dalam podcast "Stick to Football", Keane dengan sinis menyatakan, "Bruno dan Maguire mungkin sedang sibuk dengan podcast mereka. Saya tidak bisa membayangkan mereka akan memanggil Martinez untuk mengingatkannya." Ia juga menyatakan bahwa bahasa tubuh Fernandes menunjukkan bahwa ia tidak puas dengan situasi tersebut. Keane menilai bahwa para pemain tidak dapat memberikan motivasi yang cukup untuk rekan-rekan setimnya di lapangan.
Keane kemudian menyoroti Maguire sebagai contoh. Ia berpendapat bahwa setelah tidak dipanggil oleh pelatih Thomas Tuchel dalam skuad Inggris untuk Piala Dunia 2026, Maguire seharusnya lebih fokus untuk berlatih dan membuktikan kemampuannya, bukannya pergi ke New York untuk terlibat dalam podcast. "Maguire kecewa karena tidak terpilih, tetapi alih-alih berlatih, ia lebih memilih untuk melakukan podcast. Itulah cara berpikirnya," kritik Keane.
Fernandes juga menjadi sasaran kritik Keane. Ia mengingatkan tentang momen ketika Fernandes muncul di podcast Steven Bartlett dan menanggapi komentar negatif yang ditujukan kepadanya. "Saya pernah salah berkomentar tentang Bruno di acara tersebut, dan dia sempat membalas saya. Itu tidak masalah, dia berhak untuk menjawab," lanjut Keane. "Namun, itulah cara berpikir pemain Manchester United saat ini. Mereka lebih memilih untuk terlibat dalam acara seperti itu daripada berfokus pada upaya membawa klub kembali ke jalur kemenangan."

Keane menegaskan bahwa pemain harus memiliki prioritas yang jelas dalam karier mereka. Ia mengingat kembali masa-masa ketika media sosial dan podcast belum populer, di mana pemain hanya menjawab wawancara di majalah. Jika ada yang berbicara tanpa berpikir, rekan-rekan setim akan langsung mengingatkan saat kembali ke ruang ganti. "Kami akan bertanya: 'Apa yang kamu bicarakan?'. Tidak perlu ribut, tetapi perlu ada pemahaman tentang posisi masing-masing," ujar Keane.
Keane terus melontarkan kritik tajam terhadap timnya. Ia menyebut bahwa saat ini Manchester United mirip dengan sirkus. "Jika bisa, biarkan penampilan di lapangan yang berbicara. Jika ingin meluapkan kekesalan, lakukanlah setelah meraih kemenangan atau saat mendapatkan trofi," tegasnya. Ia juga menekankan bahwa Manchester United belum mencapai prestasi signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tetapi para pemain masih terus mengeluarkan pernyataan kontroversial.
Keane merujuk pada fakta bahwa tim pernah terpuruk di peringkat ke-15 Liga Premier dan tersingkir dari Piala Liga oleh klub divisi bawah Grimsby sebagai contoh kemunduran yang dialami tim. Dalam diskusi tersebut, mantan pemain seperti Gary Neville, Steven Gerrard, Ian Wright, dan Jill Scott juga mengungkapkan bahwa pernyataan Martinez bisa berdampak negatif terhadap rekan-rekan setimnya.
Neville menekankan bahwa meskipun Martinez benar dalam menyoroti kebutuhan akan tambahan bek, ia seharusnya tidak mengungkapkan hal tersebut secara publik. "Secara prinsip, apa yang Martinez katakan memang benar. Manchester United seharusnya merekrut lebih banyak bek. Namun, seorang pemain tidak bisa berbicara seperti itu di depan umum," jelas Neville. "Ini seolah mengatakan bahwa rekan-rekannya tidak cukup baik. Itulah mengapa pemain lain harus mengingatkan dia."
Keane juga menyadari bahwa tim besar perlu memperkuat skuad, tetapi ia percaya bahwa para pemain harus memilih cara yang lebih bijak untuk menyampaikan pendapat mereka. Alih-alih secara terbuka meminta tambahan pemain, mereka bisa menekankan pentingnya meningkatkan kompetisi dalam tim. Namun, yang paling membuat Keane kesal adalah ketika Martinez menyatakan bahwa Manchester United mengalami musim 2025-2026 yang luar biasa. "'Kami memiliki musim yang hebat tahun lalu', katanya? Itulah masalahnya. Saya tidak bisa percaya dia berpikir begitu. Dia harus dikenakan denda dua minggu gaji karena pernyataan itu," tutup Keane.
Apa yang terjadi selanjutnya
Dengan kritik yang dilontarkan oleh Keane, Manchester United mungkin perlu mengevaluasi dinamika tim dan mencari cara untuk memperbaiki komunikasi dan motivasi di dalam skuad. Fokus pada pengembangan pemain dan memperkuat lini tengah bisa menjadi langkah penting di bursa transfer mendatang. Jika situasi ini tidak ditangani, bisa jadi akan ada dampak negatif pada performa tim di kompetisi yang akan datang.
Frequently Asked Questions
Siapa yang terlibat dalam kritik Roy Keane?
Roy Keane mengkritik pemain Manchester United, termasuk Bruno Fernandes dan Harry Maguire.
Dari mana Roy Keane berasal?
Roy Keane adalah mantan kapten Manchester United.
Mengapa Roy Keane mengkritik pemain Manchester United?
Keane mengkritik pemain karena mereka dianggap tidak fokus pada perbaikan tim dan lebih sibuk dengan podcast.
Apa status kritik Roy Keane terhadap Harry Maguire?
Keane menganggap Maguire seharusnya lebih fokus berlatih setelah tidak dipanggil untuk Piala Dunia 2026.
Kapan Roy Keane menyampaikan kritiknya?
Roy Keane menyampaikan kritiknya setelah kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid pada 13 Oktober.
Berita Terkait
- Roy Keane
- Roy Keane
- Shahrukh Bayani: Sohrab adalah Kunci Sukses Persatuan
- Derek McInnes Hadapi Jendela Transfer Januari yang Menantang
- Pelatih Columbus, Courtois, Tekankan Pentingnya Pemulihan