
Reading Siapkan Teknologi Canggih saat Kunjungan PSG untuk
September 26, 2026 ·
Reading FC mengadakan konferensi teknologi dengan kehadiran Paris Saint-Germain, menunjukkan kemajuan dalam penggunaan kecerdasan buatan di dunia sepak bola.
Reading Siapkan Teknologi Canggih saat Kunjungan PSG untuk
Menurut Bbc.
Latar belakang
Reading FC telah membangun departemen AI yang inovatif di bawah kepemilikan Rob Couhig, yang berfokus pada penggunaan teknologi untuk meningkatkan berbagai aspek klub, termasuk rekrutmen pemain dan taktik permainan. Keterlibatan mereka dalam konferensi ini menempatkan mereka dalam percakapan global tentang masa depan sepak bola, terutama dalam hal pemanfaatan data dan teknologi untuk kemajuan tim.
Mengapa ini penting
Kunjungan Paris Saint-Germain ke Reading FC untuk konferensi teknologi menunjukkan pengakuan terhadap kemajuan yang dicapai klub Liga Satu dalam penggunaan kecerdasan buatan. Hal ini juga menegaskan pentingnya inovasi dalam sepak bola modern, di mana teknologi berperan besar dalam strategi dan pengembangan tim. Dengan kehadiran klub-klub besar seperti PSG dan Ajax, Reading dapat memperluas wawasan dan berbagi pengalaman dengan tim-tim papan atas dunia.
Poin Utama
- Reading Siapkan Teknologi Canggih saat Kunjungan PSG untuk.
- Reading FC mengadakan konferensi teknologi dengan kehadiran Paris Saint-Germain, menunjukkan kemajuan dalam penggunaan kecerdasan buatan di dunia sepak bola.
- Reading 'not starstruck' as PSG visit League One club for AI summit - BBC Sport.
Reading FC baru-baru ini menggelar konferensi teknologi yang dihadiri oleh klub-klub besar seperti Paris Saint-Germain (PSG) dan Ajax, di mana mereka membahas kemajuan dalam penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sepak bola. Stuart Fenton, Kepala AI Reading, mengungkapkan bahwa kunjungan PSG ke klub Liga Satu itu merupakan pengakuan atas perkembangan yang telah dicapai oleh timnya.
Acara ini berlangsung di kompleks pelatihan Bearwood Park pada hari Jumat, setahun setelah Reading mendirikan departemen AI yang inovatif di bawah kepemilikan baru Rob Couhig. "PSG adalah juara Eropa tahun lalu, jadi sangat menggembirakan bagi kami bisa menerima tim sekelas itu di Reading," ujar Fenton dalam wawancaranya dengan BBC Radio Berkshire.
Fenton menegaskan bahwa meskipun Reading telah membuat kemajuan, mereka tidak beroperasi secara terpisah. Mereka ingin belajar dari tim-tim papan atas di seluruh dunia dan berbagi pengalaman mengenai AI dalam sepak bola. "Setiap penggemar sepak bola, termasuk saya sebagai penggemar Reading, memimpikan malam-malam Eropa melawan tim-tim ini. Kami sedang membahas AI dalam sepak bola dan arah masa depan olahraga ini," tambahnya.
Reading memanfaatkan AI terutama untuk merekrut pemain, namun penggunaan teknologi ini juga diterapkan di berbagai bidang seperti taktik permainan, ritel, dan perawatan lapangan di Stadion Select Car Leasing mereka. Fenton menekankan pentingnya menciptakan budaya inovasi di klub, di mana semua orang berpikir tentang bagaimana teknologi dapat memberdayakan mereka untuk bekerja lebih efisien, bukan menggantikan peran manusia.

"Kami memiliki banyak talenta di sini, tetapi salah satu tantangannya adalah bagaimana mengelola data yang sangat besar dalam sepak bola. Kami harus menggunakan AI dan teknologi yang ada untuk menyaring data dan memberikan informasi yang lebih baik tentang pemain di seluruh dunia," jelasnya.
Salah satu aspek menarik dari penggunaan AI di Reading adalah bagaimana staf lapangan menggunakan teknologi ini saat memotong rumput. Model AI membantu mereka dalam melindungi rumput dan memberikan formula terbaik untuk perawatan lapangan. "Manfaatnya terasa di seluruh klub. Saya senang ketika seseorang datang kepada saya dengan ide baru dan bertanya, 'Bisakah kita melakukan ini?'. Kami sudah mulai mengimplementasikan beberapa hal," kata Fenton.
Klub-klub Premier League seperti Crystal Palace dan klub Champions League Como juga hadir dalam acara ini, berbagi wawasan dan mendengarkan tentang pekerjaan Reading. Acara ini juga menjadi ajang peluncuran program baru antara klub dan Setanta College mengenai teknologi olahraga dan kecerdasan buatan. Fenton menutup wawancara dengan menyatakan, "Kami tidak terpesona oleh klub-klub ini. Yang menarik adalah mereka datang kepada kami - kami tidak pergi kepada mereka.",
Kegiatan ini menunjukkan bahwa Reading FC tidak hanya berfokus pada prestasi di lapangan, tetapi juga berupaya menjadi pionir dalam inovasi teknologi di dunia sepak bola.
Apa yang terjadi selanjutnya
Setelah konferensi ini, Reading diharapkan dapat menerapkan wawasan baru yang diperoleh dari diskusi dengan klub-klub besar untuk meningkatkan strategi rekrutmen dan taktik permainan mereka. Selain itu, dengan fokus pada inovasi, Reading mungkin akan terus mengembangkan departemen AI mereka untuk menciptakan keunggulan kompetitif di Liga Satu. Keterlibatan dengan tim-tim seperti PSG dan Ajax dapat membuka peluang kolaborasi lebih lanjut di masa depan.
Frequently Asked Questions
Apa yang terjadi saat kunjungan PSG ke Reading?
Reading FC menggelar konferensi teknologi yang membahas kemajuan penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam sepak bola, dihadiri oleh PSG dan Ajax.
Siapa yang mengonfirmasi kemajuan AI di Reading?
Stuart Fenton, Kepala AI Reading, mengungkapkan kemajuan yang telah dicapai oleh timnya.
Mengapa PSG mengunjungi Reading sekarang?
Kunjungan PSG merupakan pengakuan atas perkembangan yang telah dicapai oleh Reading dalam penggunaan teknologi AI.
Apa perubahan yang diterapkan Reading dalam penggunaan AI?
Reading memanfaatkan AI untuk merekrut pemain, serta dalam taktik permainan, ritel, dan perawatan lapangan.
Apa tujuan Reading dalam mengembangkan teknologi AI?
Reading ingin menciptakan budaya inovasi di klub dan belajar dari tim-tim papan atas di seluruh dunia.