
Puasnya Pelatih: Pujian untuk Pemain Muda yang Pecahkan
October 12, 2026 ·
Ehsan Khorsandi mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Pouya Asami, yang menjadi pemain termuda dalam sejarah Persepolis di Liga Utama Iran dan membahas potensi masa depannya.
Puasnya Pelatih: Pujian untuk Pemain Muda yang Pecahkan
Menurut Varzesh3.
Latar belakang
Pouya Asami, yang baru berusia 17 tahun, telah menciptakan gelombang positif di Persepolis dengan memecahkan rekor sebagai pemain termuda. Dengan dukungan dari pelatih Ehsan Khorsandi, Asami diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu pemain kunci di Liga Utama Iran dan membawa Persepolis meraih kesuksesan lebih lanjut.
Mengapa ini penting
Pencapaian Pouya Asami sebagai pemain termuda dalam sejarah Persepolis di Liga Utama Iran menandai tonggak penting bagi klub dan pengembangan pemain muda di liga tersebut. Rekor ini tidak hanya menunjukkan potensi Asami, tetapi juga mencerminkan komitmen Persepolis dalam mengembangkan talenta muda, yang menjadi kunci bagi masa depan klub.
Poin Utama
- Puasnya Pelatih: Pujian untuk Pemain Muda yang Pecahkan.
- Ehsan Khorsandi mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian Pouya Asami, yang menjadi pemain termuda dalam sejarah Persepolis di Liga Utama Iran dan membahas potensi masa depannya.
- خرسندی: سر پویا اسمی گیج نخورد | ورزش سه.
Dalam pertandingan antara Persepolis dan Naft Abadan, Pouya Asami, bek berusia 17 tahun, tampil sebagai pemain pengganti dan menorehkan sejarah baru dengan menjadi pemain termuda yang pernah membela Persepolis di Liga Utama Iran. Asami masuk menggantikan Hossein Abraghi di detik-detik akhir pertandingan dan berhasil menggeser rekor yang sebelumnya dipegang oleh Ehsan Khorsandi, pelatih muda Persepolis sendiri.
Dengan usia 17 tahun, 1 bulan, dan 16 hari, Asami berhasil memecahkan rekor Khorsandi yang tercatat di usia 17 tahun, 1 bulan, dan 25 hari. Hal ini menambah kebanggaan bagi Khorsandi yang melihat potensi besar dalam diri Asami. "Saya sangat senang melihat Pouya Asami melakukan debutnya di tim utama. Saya telah mengamatinya selama beberapa tahun dan berusaha mendorongnya mencapai level ini," ujar Khorsandi.
Setelah debutnya yang mengesankan, Asami juga bermain di pertandingan derby pemuda melawan Esteghlal, menunjukkan kemampuannya di lapangan. Khorsandi menambahkan, "Persepolis memiliki banyak pemain muda berbakat lainnya yang siap untuk berkontribusi di tim utama. Kami terus bekerja keras untuk mengembangkan mereka dan berharap bisa membangkitkan lebih banyak talenta ke dalam tim."

"Kami melakukan analisis mendalam terhadap setiap pemain, berusaha mengidentifikasi kelemahan mereka sebelum mereka naik ke level senior. Ini tidak hanya berlaku untuk Pouya saja, tetapi juga untuk beberapa pemain berbakat lainnya di tim muda kami," jelas Khorsandi.
Khorsandi juga mengapresiasi keberanian pelatih senior, Mehdi Tartari, yang memberikan kesempatan kepada pemain muda dalam laga-laga penting Liga Utama. Langkah ini, menurutnya, memberikan motivasi besar bagi pemain muda untuk berjuang demi mendapatkan tempat di tim utama. "Kami menemukan Pouya beberapa tahun yang lalu, pada saat kami masih di bawah kendali Mohsen Khalili. Sejak kecil, kami sudah memperhatikannya dan sangat yakin bahwa ia dapat segera bermain di level senior," tambahnya.
Ketika ditanya tentang perasaannya setelah rekornya dipecahkan oleh Asami, Khorsandi dengan tegas mengatakan, "Saya sama sekali tidak merasa kecewa. Justru, saya sangat senang melihat pemain yang saya latih sendiri dapat mencapai prestasi seperti ini. Pouya adalah pemain yang sangat berdedikasi dan bekerja keras dalam latihan. Saya yakin dia akan mencapai lebih banyak lagi di masa depan."
Kebanggaan Khorsandi terhadap pencapaian Asami bukan hanya soal rekor, tetapi juga tentang harapan untuk masa depan sepak bola Persepolis yang lebih cerah, di mana pemain-pemain muda dapat terus berkembang dan berkontribusi di level yang lebih tinggi.
Apa yang terjadi selanjutnya
Setelah debut yang mengesankan, Pouya Asami diharapkan akan mendapatkan lebih banyak kesempatan bermain di tim utama Persepolis. Pelatih Ehsan Khorsandi berkomitmen untuk terus mengembangkan pemain muda lainnya, dan Asami bisa menjadi bagian integral dari skuat yang lebih besar di Liga Utama Iran.
Frequently Asked Questions
Apa yang terjadi dalam pertandingan antara Persepolis dan Naft Abadan?
Dalam pertandingan tersebut, Pouya Asami menjadi pemain termuda yang pernah membela Persepolis di Liga Utama Iran.
Siapa yang mengonfirmasi rekor baru Pouya Asami?
Rekor baru Pouya Asami dikonfirmasi oleh Ehsan Khorsandi, pelatih muda Persepolis, yang sebelumnya memegang rekor tersebut.
Mengapa Pouya Asami debut sekarang?
Pouya Asami melakukan debutnya sekarang karena pelatih senior, Mehdi Tartari, memberikan kesempatan kepada pemain muda dalam laga-laga penting Liga Utama.
Apa perubahan yang terjadi setelah debut Pouya Asami?
Setelah debutnya, Pouya Asami juga bermain di pertandingan derby pemuda melawan Esteghlal, menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Apa yang dikatakan Ehsan Khorsandi tentang Pouya Asami?
Ehsan Khorsandi mengungkapkan kebanggaannya dan melihat potensi besar dalam diri Pouya Asami setelah debutnya di tim utama.
Berita Terkait
- Pemain Muda
- Pemain Muda
- Dua Kesalahan Menghukum Parma: Gilardino Debut dengan
- Musical Times Terus Tak Terkalahkan dengan Kemenangan
- Manchester United Siap Bergerak Untuk Pertahankan Murillo