Bola Indonesia Resmi
BolaINDONESIA
GK+
Mourinho, Sang 'Penggugah' Klasik
Piala Dunia 2026

Mourinho, Sang 'Penggugah' Klasik

October 24, 2026 ·

Bagikan:

Artikel ini membahas hubungan tegang antara José Mourinho dan FC Barcelona selama bertahun-tahun, menyoroti momen-momen konfrontasi dan provokasi, terutama selama masa jabatannya di Real Madrid dan di babak eliminasi Liga Champions.

Mourinho, Sang 'Penggugah' Klasik

Menurut Mundodeportivo.

Latar belakang

José Mourinho, yang dikenal dengan gaya kepelatihannya yang kontroversial, memiliki sejarah panjang dengan FC Barcelona, terutama saat ia melatih Real Madrid. Rivalitas ini telah melahirkan banyak momen dramatis dalam sejarah La Liga, dan dengan Mourinho kembali ke arena, banyak yang menantikan bagaimana ia akan menghadapi Barcelona di masa depan.

Mengapa ini penting

Ketegangan antara José Mourinho dan FC Barcelona telah menjadi bagian penting dari sejarah rivalitas dalam La Liga football. Sejak masa jabatannya di Real Madrid, Mourinho telah menciptakan narasi yang memperburuk hubungan antara kedua klub, yang sering kali lebih berfokus pada permusuhan ketimbang permainan itu sendiri. Dengan Mourinho kembali ke sorotan, persaingan ini diperkirakan akan kembali memanas, terutama menjelang laga klasik yang akan datang.

Poin Utama

  • Mourinho, Sang 'Penggugah' Klasik.
  • Artikel ini membahas hubungan tegang antara José Mourinho dan FC Barcelona selama bertahun-tahun, menyoroti momen-momen konfrontasi dan provokasi, terutama selama masa jabatannya di Real Madrid dan di babak eliminasi Liga Champions.
  • Mourinho, el gran 'calentador' de los Clásicos.

Tiga belas tahun telah berlalu sejak José Mourinho mengakhiri masa jabatannya yang pertama di Real Madrid, di mana ia meraih satu Copa del Rey, satu Liga, dan satu Supercopa. Selama periode itu, Barcelona berhasil mengumpulkan dua Liga, satu Liga Champions, dua Supercopa Spanyol, satu Copa del Rey, satu Supercopa Eropa, dan satu Piala Dunia Klub. Hubungan antara Mourinho dan Barcelona menjadi semakin memanas selama waktu itu, menciptakan lebih banyak permusuhan ketimbang penghormatan terhadap permainan sepak bola.

Kini, Mourinho kembali ke arena dengan situasi yang mirip, setelah dua tahun tanpa trofi bagi klubnya, sementara tim Bayern Munich di bawah asuhan Flick berhasil meraih dua Liga, satu Copa del Rey, dan dua Supercopa Spanyol. Dalam beberapa minggu menjelang laga klasik pertama musim ini, Mourinho telah mulai memanaskan suasana dengan menciptakan narasi yang menyudutkan dan demagogis. Hal ini tidaklah mengejutkan, mengingat karakteristiknya yang memang selalu menonjol dalam persaingan ini.

Puncak ketegangan antara Mourinho dan Barcelona terjadi ketika ia bergabung dengan Real Madrid, tetapi ketegangan sudah mulai terasa sejak pertemuan pertama mereka, seperti pada pertemuan antara Barcelona dan Chelsea dan kemudian semifinal Inter-Barça, di mana Mourinho selalu menganggap kemenangan atas klub Catalan sebagai tantangan pribadi.

Image

Pertemuan pertama Mourinho dengan Barcelona terjadi pada babak 16 besar Liga Champions 2004-2005. Setelah Chelsea kalah 2-1 di leg pertama, di mana Barcelona berhasil bangkit setelah Drogba diusir dari lapangan, Mourinho pun muncul di konferensi pers dan menuduh Rijkaard mengintimidasi wasit, Anders Frisk. Di leg kedua, Chelsea berhasil melaju ke perempat final dengan gol kontroversial dari Terry, yang berawal dari pelanggaran mencolok terhadap Valdés oleh Carvalho. Beberapa bulan kemudian, ancaman dari pendukung Chelsea membuat Frisk memutuskan untuk pensiun dari dunia kepemimpinan wasit.

Tahun berikutnya, setelah serangkaian pelanggaran keras dari Del Horno kepada Messi, di mana Del Horno mendapatkan kartu merah, Mourinho menuduh Messi berakting. Momen-momen ini menandai awal dari ketegangan yang berlanjut selama masa jabatannya di Inter, di mana ia merayakan secara berlebihan setelah kemenangan di leg kedua, yang direspons oleh Barcelona dengan menyalakan sistem penyiraman di Camp Nou.

Dari tahun 2010 hingga 2013, ketegangan antara Mourinho dan Barcelona mencapai puncaknya selama masa jabatannya di Madrid. Dalam periode ini, Mourinho secara aktif mengeluhkan keputusan wasit yang dianggap menguntungkan Barcelona dan mengeluarkan pernyataan bahwa "saya akan merasa malu jika menang seperti Guardiola." Salah satu momen yang paling disesalkan adalah ketika ia menunggu wasit di terowongan Camp Nou, dan insiden terkenal ketika ia mencolok mata Tito Vilanova, yang menjadi puncak dari serangkaian insiden memalukan yang melibatkan dirinya.

Kekerasan yang diperlihatkan oleh pemain-pemainnya, yang dibiarkan oleh wasit, terutama terhadap Messi, juga menjadi bagian dari cerita ini. Saat ini, Mourinho telah mulai mempersiapkan narasi dan menciptakan suasana cemas menjelang laga klasik ini, dengan Flick harus siap untuk menahan diri di tengah provokasi yang ditimbulkan.

Apa yang terjadi selanjutnya

Dengan laga klasik pertama musim ini semakin dekat, Mourinho diharapkan akan terus memanaskan suasana dengan komentar dan strategi yang provokatif. Ini bisa memengaruhi psikologi pemain dari kedua tim, terutama mengingat sejarah panjang konfrontasi antara Mourinho dan Barcelona. Jika Mourinho berhasil mengubah momentum, ini bisa menjadi titik balik bagi klubnya yang telah mengalami dua tahun tanpa trofi.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi antara Mourinho dan Barcelona?

Hubungan antara Mourinho dan Barcelona semakin memanas selama waktu Mourinho di Real Madrid, menciptakan lebih banyak permusuhan ketimbang penghormatan terhadap permainan sepak bola.

Siapa yang mengonfirmasi kembalinya Mourinho ke arena?

Artikel ini menyebutkan bahwa Mourinho kembali ke arena setelah dua tahun tanpa trofi bagi klubnya.

Mengapa sekarang Mourinho memanaskan suasana menjelang laga klasik?

Mourinho mulai memanaskan suasana dengan menciptakan narasi yang menyudutkan dan demagogis menjelang laga klasik pertama musim ini.

Apa perubahan yang terjadi sejak Mourinho meninggalkan Real Madrid?

Sejak Mourinho meninggalkan Real Madrid, Barcelona berhasil mengumpulkan dua Liga, satu Liga Champions, dan beberapa trofi lainnya.

Kapan pertemuan pertama Mourinho dengan Barcelona terjadi?

Pertemuan pertama Mourinho dengan Barcelona terjadi pada babak 16 besar Liga Champions 2004-2005.

Berita Terkait

Piala Dunia 2026
Bagikan:
Mourinho, Sang 'Penggugah' Klasik — Bola Indonesia