
Montella: 'Tingkat Baru untuk Turki, Kami Bermain Sedikit
October 7, 2026 · Italia
Vincenzo Montella menilai kinerja Turki di Nations League setelah kekalahan 3-1 dari Italia, mengungkapkan perlunya pengalaman dan tantangan bersaing di level yang lebih tinggi.
Montella: 'Tingkat Baru untuk Turki, Kami Bermain Sedikit
Menurut Sports.
Latar belakang
Turki, di bawah asuhan Vincenzo Montella, sedang berupaya untuk beradaptasi dengan tuntutan tinggi di Nations League. Meski hasilnya belum memuaskan, performa baik yang ditunjukkan oleh pemain seperti Aral Simsir dapat menjadi fondasi untuk meningkatkan kepercayaan diri tim dalam pertandingan mendatang.
Mengapa ini penting
Kekalahan 3-1 dari Italia menunjukkan tantangan yang dihadapi Turki di tingkat kompetisi Nations League. Meskipun mereka menunjukkan performa yang baik, perbedaan kualitas antara kedua tim terlihat jelas, terutama dengan Italia yang mampu memanfaatkan pemain-pemain mahal dari bangku cadangan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi Turki dalam meningkatkan pengalaman dan daya saing mereka di level internasional.
Poin Utama
- Montella: 'Tingkat Baru untuk Turki, Kami Bermain Sedikit.
- Vincenzo Montella menilai kinerja Turki di Nations League setelah kekalahan 3-1 dari Italia, mengungkapkan perlunya pengalaman dan tantangan bersaing di level yang lebih tinggi.
- Montella: ‘A new level for Turkiye, we played a little better than Italy’ - Yahoo Sports.
Vincenzo Montella, pelatih tim nasional Turki, mengungkapkan bahwa timnya berusaha sebaik mungkin di 'tingkat baru' dalam kompetisi Nations League setelah mengalami kekalahan 3-1 melawan Italia. Montella menyoroti bahwa Italia memasukkan pemain-pemain bernilai tinggi senilai €350 juta dari bangku cadangan, yang menunjukkan perbedaan kualitas antara kedua tim.
Dalam pertandingan tersebut, Turki menunjukkan performa yang cukup baik dengan menguasai bola dan memaksa kiper Italia, Gianluigi Donnarumma, melakukan beberapa penyelamatan penting. Turki bahkan berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Aral Simsir setelah Gianluca Scamacca membuka skor untuk Italia. Namun, dua gol dari pemain pengganti, Riccardo Calafiori dan Pio Esposito, memastikan kemenangan 3-1 bagi Italia, membuat Turki terpuruk tanpa poin setelah empat pertandingan.
Montella dalam wawancaranya dengan RAI Sport mengatakan, "Saya tidak tahu apakah frustrasi adalah kata yang tepat, tetapi kami memang bermain dengan baik. Kami bermain setara, bahkan mungkin sedikit lebih baik dari Italia. Kami kebobolan tiga gol akibat insiden yang tidak beruntung; ini bukan kali pertama kami mengalami hal ini. Sebagai pelatih, saya puas dengan sikap dan karakter anak-anak ini. Satu-satunya hal yang bisa saya sesalkan adalah keputusan yang kurang tepat saat menyelesaikan serangan atau tidak menutup pergerakan di area penalti. Namun, ini adalah sepak bola, dan semuanya tergantung pada detail di level ini. Saya yakin pemain-pemain ini akan mendapatkan banyak pengalaman dari pertandingan-pertandingan ini, karena kesalahan kecil bisa berakibat fatal dan menentukan hasil akhir. Seringkali, hasil juga memengaruhi cara penilaian terhadap performa."

Sebelum pertandingan ini, Montella sudah menghadapi desakan untuk dipecat setelah hasil buruk di Piala Dunia 2026 dan kekalahan dalam semua empat laga di Nations League. Namun, penting untuk dicatat bahwa Montella membawa Turki lolos ke Piala Dunia setelah 24 tahun dan juga berhasil mempromosikan timnya ke Liga A Nations League. "Bukan berarti segalanya tidak berjalan dengan baik, ini hanyalah tingkat baru bagi kami," tegas Montella. "Sepak bola bisa sangat sederhana, terkadang Anda kehilangan pemain-pemain penting yang mengubah level tim. Kami memutuskan untuk melanjutkan proses ini, dan ini penting untuk kualifikasi di Piala Eropa juga."
Beberapa pemain kunci seperti Kenan Yildiz dan Hakan Calhanoglu tidak dapat bermain dalam semua pertandingan Nations League karena cedera, dan Turki juga kehilangan Baris Alper Yilmaz yang terkena sanksi serta talenta muda Arda Guler dari Real Madrid. Montella menambahkan, "Kami memperkenalkan pemain muda yang tidak memiliki banyak pengalaman, termasuk di level klub, karena kami memikirkan masa depan. Jika saya melihat pengganti yang dimasukkan Italia, mereka memasukkan Calafiori, Esposito, dan Sandro Tonali, yang memiliki total biaya transfer sekitar €350 juta. Dalam hal ini, tidak ada yang bisa disalahkan, apalagi pemain-pemain yang mampu bertahan dengan baik secara taktis dan teknis melawan lawan yang berkualitas tinggi."
Kini, Montella menghadapi risiko terdegradasi kembali ke Liga B Nations League, dan masalah terbesar adalah kesulitan timnya dalam menyelesaikan peluang. "Italia sedang berada di jalur yang benar, mereka memiliki pemain muda yang sangat menarik, dan saya juga melihat beberapa dari tim U-21 mereka bermain lebih awal hari ini. Mereka mungkin tidak memiliki nama besar seperti di masa lalu, tetapi ini adalah skuad yang sangat kompetitif, dipimpin oleh pelatih yang sangat pintar, berpengalaman, dan seimbang seperti Roberto Mancini."
Apa yang terjadi selanjutnya
Setelah kekalahan ini, Turki akan berusaha untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi dan mencari cara untuk meraih poin dalam pertandingan berikutnya di Nations League. Montella berharap bahwa pengalaman dari pertandingan ini akan membantu pemainnya berkembang dan lebih siap menghadapi tantangan di masa depan. Dengan empat pertandingan tanpa poin, fokus mereka kini adalah untuk membangun momentum positif dalam sisa kompetisi.
Frequently Asked Questions
Apa skor pertandingan Turki vs Italia?
Turki kalah 3-1 dari Italia.
Bagaimana dampak hasil ini terhadap posisi Turki di tabel Nations League?
Turki terpuruk tanpa poin setelah empat pertandingan.
Siapa yang mencetak gol untuk Turki dalam pertandingan ini?
Gol untuk Turki dicetak oleh Aral Simsir.
Kapan pertandingan berikutnya untuk tim nasional Turki?
Informasi tentang pertandingan berikutnya untuk tim nasional Turki belum disediakan dalam artikel.
Apa yang dikatakan Vincenzo Montella tentang performa timnya?
Montella menyatakan bahwa timnya bermain cukup baik dan bahkan mungkin sedikit lebih baik dari Italia.