Bola Indonesia Resmi
BolaINDONESIA
GK+
Momen Tak Terduga Setelah Kemenangan Liga Champions
AFC Champions League

Momen Tak Terduga Setelah Kemenangan Liga Champions

October 8, 2026 ·

Bagikan:

Setelah merayakan kemenangan Liga Champions 2010, Marko Arnautovic mengungkapkan bahwa ia dua kali hampir ditangkap oleh polisi dalam sebuah siaran langsung di Twitch. Momen-momen tersebut memberikan warna tersendiri dalam perayaan tersebut.

Momen Tak Terduga Setelah Kemenangan Liga Champions

Menurut Varzesh3.

Latar belakang

Marko Arnautovic, yang saat itu masih muda, menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi saat merayakan kemenangan Liga Champions Eropa. Pengalamannya yang hampir ditangkap polisi menambah warna pada perayaan tersebut, menjadikannya salah satu momen yang tak terlupakan dalam kariernya di Inter Milan.

Mengapa ini penting

Kemenangan Inter Milan di Liga Champions Eropa 2010 adalah salah satu momen paling bersejarah dalam sejarah klub. Namun, pengalaman unik Marko Arnautovic selama perayaan menunjukkan sisi lain dari kegembiraan tersebut, menyoroti bagaimana euforia dapat membawa situasi tak terduga. Insiden ini juga menggambarkan semangat muda Arnautovic yang ingin merasakan kebahagiaan bersama para penggemar.

Poin Utama

  • Momen Tak Terduga Setelah Kemenangan Liga Champions.
  • Setelah merayakan kemenangan Liga Champions 2010, Marko Arnautovic mengungkapkan bahwa ia dua kali hampir ditangkap oleh polisi dalam sebuah siaran langsung di Twitch.
  • پس از قهرمانی اروپا پلیس دو بار دستگیرم کرد! | ورزش سه.

Kemenangan Inter Milan di Liga Champions Eropa tahun 2010 di bawah asuhan José Mourinho menjadi momen bersejarah yang penuh sukacita bagi para pemain dan penggemar. Namun, bagi Marko Arnautovic, perayaan itu diwarnai dengan pengalaman yang cukup unik dan mendebarkan. Dalam sebuah siaran langsung di platform Twitch bersama influencer Jerman, Marley, Arnautovic mengungkapkan bahwa ia hampir ditangkap polisi dua kali saat merayakan kemenangan tersebut.

Momen pertama terjadi tepat setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan. Para pemain Inter segera berlari ke lapangan untuk merayakan kemenangan, dan Arnautovic yang saat itu masih muda dan bersemangat, merasa ingin ikut merasakan euforia tersebut. "Semua orang membawa bendera, tetapi saya tidak memiliki bendera. Saya berpikir, saya juga ingin berlari dengan bendera. Tiba-tiba saya melihat seorang penggemar di belakang gawang, dan orang-orang di tribun mulai memanggil saya untuk datang. Karena terlalu bersemangat, saya melompat ke tengah kerumunan penggemar," tuturnya.

Sayangnya, situasi berubah ketika polisi tiba dan mengira Arnautovic adalah penggemar biasa. "Mereka menangkap saya dan menjatuhkan saya ke tanah. Saya sudah tidak memiliki kartu identitas di leher saya, mungkin saya menjatuhkannya di suatu tempat. Untungnya, salah satu anggota staf pelatih datang dan menjelaskan bahwa saya adalah pemain, dan situasi tersebut bisa diselesaikan," tambahnya.

Image

Setelah insiden itu, Arnautovic dibawa ke ruang ganti untuk merayakan bersama tim. Namun, petualangan tak berakhir di situ. Ketika menuju bus, ia berusaha mengejutkan rekannya, Mario Balotelli, yang sudah berada di dalam bus. "Saya mendekat dan melihat Mario duduk sambil berbicara di telepon. Saya melompat dan mengetuk kaca dengan keras untuk menakut-nakutinya. Tiba-tiba enam polisi datang berteriak, 'Berhenti! Berhenti!' Mereka kembali mengira saya adalah penggemar. Saya jatuh ke tanah lagi sebelum pelatih asisten datang dan menyuruh saya untuk tetap di dalam bus dan tidak keluar lagi," ungkap Arnautovic.

Dalam perbincangan tersebut, Arnautovic juga membagikan momen-momen penting lainnya dari final di Madrid, memuji Louis van Gaal sebagai sosok legendaris, serta mengingat momen emosional antara José Mourinho dan Marco Materazzi saat keluar dari stadion. "Itu adalah momen yang sangat emosional. Sangat gila dan tak terlupakan," tutupnya.

Kisah ini menambah warna dalam ingatan para penggemar tentang malam bersejarah tersebut, di mana Inter Milan berhasil meraih gelar Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munich. Kejadian yang dialami Arnautovic menjadi bukti betapa spesialnya momen tersebut, tidak hanya dalam konteks sepak bola, tetapi juga dalam pengalaman yang menghibur dan berkesan.

Apa yang terjadi selanjutnya

Setelah insiden tersebut, Arnautovic kembali ke ruang ganti untuk merayakan bersama rekan-rekannya. Momen ini menjadi bagian dari kenangan indah bagi para pemain Inter Milan, termasuk Arnautovic, yang kini menjadi bagian dari sejarah Liga Champions Eropa. Keberhasilan ini juga semakin memperkuat posisi Inter sebagai salah satu klub terkemuka di Eropa.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi setelah kemenangan Liga Champions Inter Milan?

Marko Arnautovic hampir ditangkap polisi saat merayakan kemenangan tersebut.

Siapa yang mengonfirmasi insiden hampir ditangkapnya Arnautovic?

Marko Arnautovic mengungkapkan insiden tersebut dalam siaran langsung di platform Twitch.

Mengapa insiden ini terjadi sekarang?

Arnautovic menceritakan pengalamannya saat merayakan kemenangan Liga Champions Eropa 2010.

Apa perubahan yang terjadi setelah insiden tersebut?

Setelah dijelaskan oleh anggota staf pelatih, situasi Arnautovic dapat diselesaikan dan ia dibawa ke ruang ganti untuk merayakan.

Siapa pelatih Inter Milan saat kemenangan Liga Champions 2010?

Pelatih Inter Milan saat itu adalah José Mourinho.

Berita Terkait

AFC Champions League
Bagikan:
Momen Tak Terduga Setelah Kemenangan Liga Champions —…