Bola Indonesia Resmi
BolaINDONESIA
GK+
Piala Dunia Klub

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115

September 26, 2026 ·

Bagikan:

Manchester City telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan, dan kini menghadapi kemungkinan sanksi yang signifikan dari Liga Premier Inggris.

Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115

Mengapa ini penting

Keputusan ini menandai momen penting dalam sejarah Liga Premier Inggris, di mana Manchester City, yang telah mendominasi kompetisi, kini menghadapi konsekuensi serius atas pelanggaran keuangan. Dengan 114 dari 115 tuduhan terbukti, ini menunjukkan bahwa pelanggaran keuangan dapat memiliki dampak besar pada reputasi dan keberlangsungan klub di level tertinggi. Sanksi yang dijatuhkan bisa menjadi preseden bagi klub-klub lain di Liga Premier yang mungkin terlibat dalam praktik serupa.

Latar belakang

Manchester City, sebagai salah satu klub terkemuka di Premier League, telah menghadapi berbagai tantangan hukum terkait pelanggaran keuangan. Kasus ini muncul setelah sebelumnya klub berhasil menghindari sanksi dari UEFA, namun kini situasinya menjadi lebih rumit dengan banyaknya tuduhan yang terbukti. Keberhasilan mereka di lapangan kini terancam oleh masalah di luar lapangan yang dapat mengubah arah klub di masa depan.

Poin Utama

  • Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115.
  • Manchester City telah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan, dan kini menghadapi kemungkinan sanksi yang signifikan dari Liga Premier Inggris.
  • Fútbol | El Manchester City, culpable de 114 de los 115 cargos de los que fue acusado por la Premier League.
Manchester City kini berada di ujung tanduk setelah dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan. Ini merupakan kasus yang sangat serius dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Liga Premier Inggris, di mana banyak tim sebelumnya telah menerima sanksi akibat pelanggaran serupa.

Selama beberapa tahun terakhir, kita telah menyaksikan sejumlah tim di Liga Premier dikenakan hukuman berupa pengurangan poin atau denda berat karena melanggar aturan keuangan. Namun, kasus yang dihadapi Manchester City jauh lebih kompleks dan signifikan. Menurut laporan dari David Ornstein, seorang jurnalis The Athletic, tim yang telah mendominasi kompetisi Inggris dalam beberapa musim terakhir ini terbukti bersalah atas pelanggaran yang sangat banyak.

Sejak Februari 2023, Liga Premier telah membentuk sebuah komisi independen untuk menyelidiki dan mempertimbangkan bukti-bukti yang ada. Baik Manchester City maupun Liga Premier belum memberikan komentar resmi mengenai perkembangan ini. Manajemen Manchester City, yang dipimpin oleh presiden Khaldoon Al Mubarak, tetap bersikeras bahwa mereka tidak melakukan kesalahan.

Tuduhan terhadap Manchester City ini begitu serius, sehingga Liga Premier memutuskan untuk memperlakukan kasus ini dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan kasus-kasus lain yang pernah terjadi. Sebelumnya, Manchester City juga sempat diselamatkan dari sanksi UEFA berupa larangan berkompetisi di Eropa selama dua tahun dan denda sebesar 30 juta euro, setelah berbagai dokumen yang diungkap oleh Football Leaks. Namun, dalam sidang yang digelar oleh Pengadilan Arbitrase Olahraga (TAS), mereka dinyatakan tidak terbukti bersalah karena dianggap terlalu lama sejak pelanggaran terjadi.

Namun, Manchester City tetap dikenakan sanksi sebesar 10 juta euro karena tidak kooperatif dalam penyelidikan UEFA. Selama periode pelanggaran ini, City berhasil meraih tiga gelar Liga Premier, dua FA Cup, empat League Cup, dan satu Community Shield. Pada musim lalu, di bawah arahan Pep Guardiola, mereka finis di posisi kedua di Liga Premier, tertinggal dari Arsenal. Musim ini, di bawah kepelatihan Enzo Maresca, City memulai kompetisi dengan catatan sempurna.

Sanksi yang mungkin dijatuhkan kepada Manchester City sangat beragam dan diatur dalam aturan W.51 Liga Premier. Sanksi tersebut bisa berupa denda, teguran, hingga pengurangan poin. Pengurangan poin bisa dilakukan baik secara langsung maupun retrospektif, yang bisa berakibat pada pencabutan beberapa gelar yang telah diraih oleh tim. Kombinasi antara denda dan pengurangan poin juga menjadi kemungkinan, dan semua sanksi yang dijatuhkan harus proporsional dengan pelanggaran yang dilakukan. Dalam kasus terburuk, Manchester City bahkan bisa terancam dikeluarkan dari Liga Premier.

Apa yang terjadi selanjutnya

Manchester City kini harus menunggu keputusan dari komisi independen yang ditunjuk oleh Liga Premier untuk menentukan sanksi yang akan diterima. Ada kemungkinan sanksi tersebut bisa berupa pengurangan poin atau denda yang signifikan, yang dapat mempengaruhi posisi mereka di klasemen Liga Premier. Sementara itu, manajemen klub tetap bersikeras akan ketidakbersalahan mereka, sehingga bisa jadi mereka akan mengajukan banding jika sanksi dijatuhkan.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi dengan Manchester City?

Manchester City dinyatakan bersalah atas 114 dari 115 tuduhan pelanggaran keuangan.

Siapa yang mengkonfirmasi keputusan ini?

Keputusan ini dilaporkan oleh David Ornstein, seorang jurnalis dari The Athletic.

Mengapa kasus ini muncul sekarang?

Kasus ini muncul setelah Liga Premier membentuk komisi independen untuk menyelidiki tuduhan pelanggaran keuangan yang dilakukan oleh Manchester City.

Apa perubahan yang terjadi akibat keputusan ini?

Manchester City kini menghadapi sanksi yang lebih serius dibandingkan dengan kasus-kasus pelanggaran keuangan lainnya yang pernah terjadi di Liga Premier.

Apa tanggapan Manchester City terhadap tuduhan ini?

Manajemen Manchester City, yang dipimpin oleh presiden Khaldoon Al Mubarak, tetap bersikeras bahwa mereka tidak melakukan kesalahan.

Berita Terkait

Berita Terkait

Piala Dunia Klub
Bagikan:
Manchester City Dinyatakan Bersalah atas 114 dari 115 —…