
Kekacauan di Burnley FC: Setahun Kegagalan di Lapangan dan
October 26, 2026 · Perú
Burnley FC telah menghadapi setahun penuh kesulitan, gagal meraih kemenangan di kandang selama 12 bulan, dan kini ada ketidakpuasan di kalangan penggemar akibat masalah kepemilikan.
Kekacauan di Burnley FC: Setahun Kegagalan di Lapangan dan
Menurut Bbc.
Latar belakang
Lyle Foster, yang sebelumnya menjadi pahlawan dengan gol dramatisnya, kini menjadi simbol harapan yang hilang bagi Burnley. Dengan performa tim yang menurun drastis, kontribusi Foster di lapangan menjadi semakin penting untuk mempengaruhi hasil pertandingan dan memberikan dampak positif pada musim ini.
Mengapa ini penting
Burnley FC saat ini terjebak dalam krisis yang mendalam, dengan rekor buruk di kandang yang telah berlangsung selama satu tahun. Ketidakpuasan penggemar terhadap kepemilikan klub semakin meningkat, menciptakan atmosfer yang tegang di Turf Moor. Dengan hanya satu kemenangan dari 21 pertandingan liga, masa depan klub di Championship tampak suram, dan mereka berisiko mencatat rekor baru yang tidak diinginkan.
Poin Utama
- Kekacauan di Burnley FC: Setahun Kegagalan di Lapangan dan.
- Burnley FC telah menghadapi setahun penuh kesulitan, gagal meraih kemenangan di kandang selama 12 bulan, dan kini ada ketidakpuasan di kalangan penggemar akibat masalah kepemilikan.
- Burnley FC: 12 months of failure on the field and now unrest in the stands - BBC Sport.
Burnley FC kini berada dalam situasi yang sangat sulit setelah mengalami serangkaian kegagalan di lapangan. Terakhir, klub ini gagal meraih kemenangan di kandang selama 12 bulan, yang merupakan rekor buruk bagi klub yang sebelumnya dikenal dengan kekuatan di Turf Moor. Kekalahan demi kekalahan telah membuat mereka terpuruk di zona bawah klasemen Championship, dan ketidakpuasan dari para penggemar terhadap kepemilikan klub semakin meningkat.
Satu tahun yang lalu, Burnley meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Wolverhampton, berkat gol di menit akhir dari Lyle Foster. Kemenangan itu memberikan harapan baru bagi tim, tetapi kini semua itu terasa jauh dari kenyataan. Penurunan performa yang drastis setelah terdegradasi dari Premier League membuat Burnley kesulitan untuk bangkit kembali. Sejak saat itu, mereka tidak hanya kalah, tetapi juga menciptakan rekor buruk di kandang.
Pada musim ini, Burnley hanya mampu meraih satu kemenangan dari 21 pertandingan liga, dengan 10 kekalahan dan 11 hasil imbang. Mereka hanya mencetak 21 gol, sebuah angka yang tidak cukup untuk bersaing di Championship. Pertandingan terakhir di kandang melawan Portsmouth, yang dijadwalkan pada 31 Oktober, akan menjadi momen penting. Jika mereka gagal menang, Burnley akan mencatat rekor baru untuk waktu terpanjang tanpa kemenangan di kandang, melampaui rekor Sheffield Wednesday sebelumnya.
Pelatih Nicky Hayen, yang diangkat menjelang awal musim, menghadapi tekanan besar untuk membalikkan keadaan. Meskipun ada pengertian di antara penggemar bahwa ia tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan tim, kritik pun muncul. Joe Redmond, pembawa acara podcast Turfcast, menyoroti bahwa meski ada rasa simpati terhadap Hayen, banyak yang merasa ia tidak cukup kompeten untuk mengelola situasi ini. Hayen harus bekerja dengan pemain yang ditinggalkan oleh pelatih sebelumnya, Scott Parker, dan juga kehilangan striker utama, Zian Flemming, di hari terakhir jendela transfer.

Dengan 11 pemain baru yang bergabung selama musim panas, Hayen berusaha untuk membangun kembali tim, tetapi hasilnya sangat mengecewakan. Mantan pemain Watford, Jobi McAnuff, menilai bahwa strategi transfer Burnley tidak terarah. Mereka kehilangan Flemming tanpa persiapan matang, dan merekrut Jamie Vardy yang sudah berusia 39 tahun sebagai harapan utama juga dipertanyakan.
Selama bertahun-tahun, kesuksesan Burnley sering kali bergantung pada performa mereka di kandang. Sebelum musim ini, mereka hanya kalah satu kali dalam 46 pertandingan Championship di Turf Moor. Namun, sejak kemenangan terakhir melawan Leeds pada 18 Oktober 2025, mereka mengalami serangkaian hasil buruk. Pelatih Hayen mengakui bahwa ketidakpuasan penggemar adalah hal yang normal ketika tim terus kalah.
Dengan tekanan yang semakin membesar, kepemilikan Alan Pace dan ALK Capital juga mulai dipertanyakan. Para penggemar menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan menyuarakan protes dan mengangkat spanduk anti-Pace pada pertandingan terakhir. Meski Pace telah mengambil alih klub dengan pinjaman sebesar 65 juta poundsterling, situasi saat ini membuat banyak orang meragukan masa depan kepemilikannya.
Menjelang pertandingan melawan Lincoln, para penggemar berharap ada perubahan signifikan di dalam klub. Baik di bangku pelatih maupun di ruang dewan, perubahan mungkin diperlukan untuk mengubah arah klub yang kini terpuruk. Burnley membutuhkan kemenangan untuk mengembalikan kepercayaan penggemar dan mengakhiri tahun penuh kesulitan ini.
Apa yang terjadi selanjutnya
Pertandingan mendatang melawan Portsmouth pada 31 Oktober menjadi sangat krusial bagi Burnley. Jika mereka gagal meraih kemenangan, klub ini akan mencatat waktu terpanjang tanpa kemenangan di kandang, yang dapat memperburuk situasi pelatih Nicky Hayen. Kemenangan di pertandingan ini bisa memberikan sedikit harapan untuk mengubah arah musim dan mengurangi tekanan yang dihadapi oleh tim.
Frequently Asked Questions
Apa hasil pertandingan terakhir Burnley FC?
Burnley FC gagal meraih kemenangan di kandang selama 12 bulan, dengan satu kemenangan dari 21 pertandingan liga musim ini.
Berapa banyak gol yang dicetak Burnley FC musim ini?
Burnley FC hanya mencetak 21 gol sepanjang musim ini.
Di posisi berapa Burnley FC saat ini di klasemen Championship?
Burnley FC terpuruk di zona bawah klasemen Championship.
Kapan pertandingan berikutnya Burnley FC?
Pertandingan berikutnya Burnley FC adalah melawan Portsmouth pada 31 Oktober.
Apa yang terjadi jika Burnley FC gagal menang di pertandingan berikutnya?
Jika Burnley FC gagal menang, mereka akan mencatat rekor baru untuk waktu terpanjang tanpa kemenangan di kandang.