Bola Indonesia Official
BolaINDONESIAEN
WC 2026 🏆
GK+
FIFA Memecat Eksekutif yang Mengkritik Investasi Piala
Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)

FIFA Memecat Eksekutif yang Mengkritik Investasi Piala

August 20, 2026 · Perú

Bagikan:

Kevin Lamour, COO FIFA, dipecat setelah mengkritik rencana privatifikasi Piala Dunia oleh Gianni Infantino, yang menuai penolakan luas dari komunitas sepak bola.

FIFA Memecat Eksekutif yang Mengkritik Investasi Piala

Menurut News.

Latar belakang

Kevin Lamour, yang telah bekerja di FIFA selama dua tahun, sebelumnya memiliki pengalaman panjang di UEFA. Kritiknya terhadap Infantino mencerminkan ketidakpuasan yang lebih luas di kalangan anggota FIFA mengenai arah organisasi, terutama dalam konteks persiapan untuk menyiapkan Piala Dunia mendatang.

Mengapa ini penting

Pemecatan Kevin Lamour menyoroti ketegangan internal di FIFA terkait arah kebijakan organisasi, terutama menjelang Piala Dunia 2026. Rencana privatifikasi Piala Dunia oleh Gianni Infantino telah menuai kritik tajam dari berbagai pihak, termasuk lebih dari setengah negara anggota FIFA. Hal ini menunjukkan bahwa ada perbedaan pandangan yang signifikan mengenai bagaimana seharusnya turnamen bergengsi ini dikelola.

Poin Utama

  • FIFA Memecat Eksekutif yang Mengkritik Investasi Piala.
  • Kevin Lamour, COO FIFA, dipecat setelah mengkritik rencana privatifikasi Piala Dunia oleh Gianni Infantino, yang menuai penolakan luas dari komunitas sepak bola.
  • FIFA fires exec who ripped Gianni Infantino's World Cup investment disaster.

FIFA kembali menjadi sorotan setelah pemecatan Kevin Lamour, Chief Operating Officer (COO) organisasi tersebut, yang diambil setelah ia secara terbuka mengkritik rencana investasi Presiden FIFA, Gianni Infantino. Lamour dipecat pada 17 Agustus 2026, sebuah keputusan yang diumumkan oleh FIFA melalui pernyataan resmi pada hari Senin. Dalam pernyataannya, FIFA mengucapkan terima kasih kepada Lamour atas dua tahun pengabdiannya dan berharap yang terbaik untuk masa depannya.

Dalam sebuah surat kepada staf FIFA, Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan dengan hati-hati dan dengan rasa hormat yang besar terhadap Lamour, baik secara pribadi maupun profesional. Ia menyampaikan, "Saya merasa penting untuk memberikan pembaruan ini secara pribadi dan ingin menyampaikan terima kasih kepada Kevin atas kontribusinya dan atas kerja serta komitmennya untuk FIFA setiap harinya."

Kritik Lamour terhadap Infantino berfokus pada rencananya yang sangat tidak populer untuk memprivatisasi Piala Dunia melalui skema investasi ekuitas. Rencana ini, yang diusulkan untuk menciptakan anak perusahaan senilai $20 miliar untuk mengelola turnamen, ditentang oleh lebih dari setengah dari 211 negara anggota FIFA. Lamour, yang telah bekerja bersama Infantino sejak 2007 di UEFA sebelum bergabung dengan FIFA, mengungkapkan pandangannya pada bulan lalu bahwa misi FIFA adalah untuk melayani sepak bola, bukan untuk memenuhi kepentingan pribadi seseorang yang merasa dirinya adalah FIFA.

Image

"Jika itu berarti saya kehilangan pekerjaan saya, maka itu adalah konsekuensi yang harus saya terima. Setidaknya saya akan tidur nyenyak malam ini," ujar Lamour dalam pernyataannya yang menggambarkan ketidakpuasannya terhadap rencana tersebut. Lamour menganggap rencana privatifikasi yang melibatkan perusahaan yang dipimpin oleh Josh Kushner, pemilik baru Los Angeles Lakers, sebagai langkah yang berpotensi merugikan FIFA dan sepak bola secara keseluruhan.

Kritik yang dilontarkan Lamour tampaknya menjadi titik balik bagi Infantino, yang juga tengah menghadapi kritik terkait perilaku pribadinya. Sebelumnya, Infantino dilaporkan memiliki hubungan dengan seorang karyawan junior saat menjabat sebagai sekretaris jenderal UEFA, dan hubungan tersebut berakhir dengan pembayaran terhadap wanita tersebut.

Sebelum kontroversi ini, Infantino bahkan dilaporkan meminta bantuan dari pemerintahan Trump untuk mempertahankan jabatannya di tengah desakan untuk pengunduran dirinya. Rencana investasi yang dicetuskan oleh Infantino dengan nilai $20 miliar tersebut, yang direncanakan untuk dibentuk dalam anak perusahaan bernama FIFA Forward Enterprise, akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas dari federasi sepak bola di seluruh dunia, termasuk dari federasi sepak bola Norwegia dan badan pengatur sepak bola Eropa yang mengancam akan memboikot Piala Dunia jika rencana itu diteruskan.

Dalam pertemuan yang diadakan di Maroko bulan ini, FIFA mengonfirmasi dukungannya terhadap Infantino yang akan mencalonkan kembali sebagai presiden pada Maret mendatang, meskipun mengakui adanya "kesalahan" dalam proposal investasi tersebut. Lamour tidak hadir dalam pertemuan tersebut, menandakan bahwa hubungan kerjanya dengan FIFA sudah berakhir.

Apa yang terjadi selanjutnya

Dengan pemecatan Lamour, FIFA mungkin akan mencari pengganti yang sejalan dengan visi Infantino untuk Piala Dunia. Keputusan ini dapat mempengaruhi strategi dan kebijakan FIFA menjelang World Cup 2026, terutama dalam hal investasi dan pengelolaan turnamen. Komunitas sepak bola global akan terus memantau perkembangan ini, mengingat dampaknya terhadap masa depan kompetisi.

Frequently Asked Questions

Apa yang terjadi dengan Kevin Lamour?

Kevin Lamour dipecat dari posisinya sebagai Chief Operating Officer FIFA setelah mengkritik rencana investasi Presiden FIFA, Gianni Infantino.

Siapa yang mengonfirmasi pemecatan Kevin Lamour?

Pemecatan Kevin Lamour diumumkan oleh FIFA melalui pernyataan resmi pada hari Senin.

Mengapa pemecatan ini terjadi sekarang?

Pemecatan ini terjadi setelah Lamour secara terbuka mengkritik rencana investasi Infantino yang tidak populer, yang ditentang oleh lebih dari setengah negara anggota FIFA.

Apa perubahan yang diusulkan oleh Gianni Infantino?

Gianni Infantino mengusulkan untuk memprivatisasi Piala Dunia melalui skema investasi ekuitas dengan menciptakan anak perusahaan senilai $20 miliar untuk mengelola turnamen.

Apa tanggapan Sekretaris Jenderal FIFA terhadap pemecatan Lamour?

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan bahwa keputusan pemecatan diambil setelah mempertimbangkan dengan hati-hati dan mengucapkan terima kasih kepada Lamour atas kontribusinya.

Berita Terkait

Piala Dunia 2026 (fifa World Cup 2026)
Bagikan: