Bola Indonesia Resmi
BolaINDONESIA
GK+
Celtic Terus Terpuruk di Eropa: Kekalahan Ketiga Beruntun
Piala Dunia Klub

Celtic Terus Terpuruk di Eropa: Kekalahan Ketiga Beruntun

October 27, 2026 · Perú

Bagikan:

Kekalahan ketiga beruntun Celtic di Liga Europa menunjukkan penurunan performa yang signifikan dan memicu pertanyaan mengenai kemampuan mereka untuk bersaing di level Eropa.

Celtic Terus Terpuruk di Eropa: Kekalahan Ketiga Beruntun

Menurut Bbc.

Latar belakang

Celtic saat ini terpuruk di posisi juru kunci klasemen grup Liga Europa, yang menunjukkan bahwa mereka perlu berbenah untuk meningkatkan performa. Dengan pemain seperti Mika Baur yang menunjukkan potensi, tetapi tidak didukung oleh hasil yang konsisten, tim harus segera menemukan cara untuk mengubah keadaan dan kembali bersaing di level Eropa.

Mengapa ini penting

Kekalahan ketiga beruntun Celtic di Liga Europa menunjukkan penurunan performa yang signifikan, menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk bersaing di level Eropa. Dengan hanya mencetak tiga gol dan kebobolan sembilan dalam tiga pertandingan, tim asal Skotlandia ini menghadapi tantangan besar untuk memperbaiki posisi mereka di klasemen grup. Situasi ini dapat berdampak pada kepercayaan diri pemain dan dukungan penggemar, yang tentunya ingin melihat tim mereka kembali ke jalur kemenangan.

Poin Utama

  • Celtic Terus Terpuruk di Eropa: Kekalahan Ketiga Beruntun.
  • Kekalahan ketiga beruntun Celtic di Liga Europa menunjukkan penurunan performa yang signifikan dan memicu pertanyaan mengenai kemampuan mereka untuk bersaing di level Eropa.
  • Flat-track bullies Celtic continue descent into European irrelevance - BBC Sport.

Celtic kembali merasakan pahitnya kekalahan di Liga Europa setelah menyerah 1-2 dari Celta Vigo dalam pertandingan yang berlangsung dramatis. Dalam laga ini, Celtic sempat unggul setelah Mika Baur mencetak gol di awal babak kedua. Pada saat itu, harapan untuk meraih kemenangan seolah ada di depan mata. Tim asal Skotlandia ini menunjukkan intensitas permainan yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, dengan momentum dan keyakinan yang meningkat. Bahkan, mereka sempat membuat peluang emas melalui sundulan Liam Scales yang mengenai mistar gawang.

Namun, situasi berubah drastis dalam rentang waktu 68 hingga 71 menit. Dalam waktu singkat itu, Celtic kehilangan semua poin yang telah mereka dapatkan, berbalik dari unggul menjadi kalah. Tim tersebut seolah kehilangan arah, berhenti bermain, dan kehilangan kepercayaan diri ketika menghadapi tekanan dari lawan. Setelah gol penyama Celta Vigo, Celtic tidak mampu bangkit dan justru terpuruk lebih dalam dengan kebobolan gol kedua yang menjadi penentu kekalahan.

Kekalahan ini menjadi yang ketiga kalinya bagi Celtic di Liga Europa, membuat mereka kini terpuruk di posisi juru kunci klasemen grup. Dalam tiga pertandingan, mereka hanya mampu mencetak tiga gol namun kebobolan sembilan gol. Hal ini menunjukkan bahwa Celtic tidak hanya kesulitan untuk meraih poin, tetapi juga berjuang untuk menampilkan performa kompetitif di Eropa.

Image

Chris Sutton, mantan pemain Celtic, menyebut timnya sebagai 'bully lapangan datar', mencerminkan ketidakmampuan mereka untuk bersaing di level lebih tinggi. Hal ini terlihat jelas ketika mereka kembali gagal meraih hasil positif usai kemenangan telak melawan Hearts di liga domestik. Banyak penggemar Celtic yang merasa kecewa dan mempertanyakan kemampuan tim mereka untuk tampil di pentas Eropa.

Pelatih Martin O'Neill mengakui bahwa masih banyak poin yang bisa diperjuangkan, tetapi ia juga harus menghadapi kenyataan pahit bahwa timnya kini dalam posisi yang sangat lemah. Celtic harus berjuang keras untuk memulihkan citra mereka di Eropa, tetapi dengan performa seperti ini, harapan untuk melangkah jauh di Liga Europa tampak semakin kecil.

Kondisi ini menjadi gambaran nyata dari perjalanan Celtic yang semakin menjauh dari kejayaan Eropa. Ketika mengingat kembali malam-malam besar di Liga Champions, saat Celtic mengalahkan tim-tim besar seperti Manchester United dan AC Milan, saat ini stadion terlihat sepi dengan banyak kursi kosong. Kekalahan melawan tim peringkat kedelapan Spanyol di kompetisi Eropa kedua ini menambah daftar panjang kesedihan bagi para pendukung mereka.

Dengan tidak adanya perubahan signifikan yang dilakukan oleh manajemen dan pelatih, pertanyaan besar muncul: apakah Celtic memiliki visi untuk memperbaiki situasi ini? Dalam kondisi saat ini, tampaknya jalan menuju perbaikan sangat sulit, dan penggemar hanya bisa berharap bahwa tim mereka bisa menemukan kembali jalan menuju kesuksesan di Eropa. Jika tidak, mereka akan terus terjebak dalam siklus kekecewaan yang sama.

Apa yang terjadi selanjutnya

Celtic kini harus segera menemukan solusi untuk memperbaiki performa mereka sebelum pertandingan Liga Europa berikutnya. Dengan tekanan yang semakin meningkat, pelatih dan pemain perlu mengevaluasi strategi dan mentalitas tim untuk menghadapi tantangan yang ada. Jika tidak, peluang mereka untuk bersaing di Liga Europa dan meraih hasil positif di sisa musim ini akan semakin menipis.

Frequently Asked Questions

Apa skor pertandingan Celtic vs Celta Vigo?

Celtic kalah 1-2 dari Celta Vigo.

Bagaimana dampak kekalahan ini terhadap posisi Celtic di klasemen Liga Europa?

Kekalahan ini membuat Celtic terpuruk di posisi juru kunci klasemen grup.

Berapa jumlah gol yang dicetak Celtic di Liga Europa sejauh ini?

Celtic telah mencetak tiga gol dalam tiga pertandingan di Liga Europa.

Kapan pertandingan berikutnya untuk Celtic di Liga Europa?

Artikel ini tidak mencantumkan informasi tentang pertandingan berikutnya Celtic di Liga Europa.

Apa yang terjadi dalam pertandingan Celtic vs Celta Vigo setelah Celtic unggul?

Setelah unggul, Celtic kehilangan semua poin dalam waktu singkat dan akhirnya kalah.

Berita Terkait

Piala Dunia Klub
Bagikan: